Janji Lurah Tak kunjung Jua, Warga Iuran Perbaiki Saluran Air

Bandarlampung, sahabatrakyat.com – Warga di Jalan Nusantara V, Kelurahan Labuhanratu Raya, Kecamatan Labuhanratu, Bandarlampung akhirnya berinisiatif iuran untuk memperbaiki saluran pembuangan air limbah rumah tangga karena menunggu janji lurah yang akan memfasilitasi pembangunannya tak kunjung jua.

“Kami warga di sini dengan ikhlas iuran untuk memperbaiki saluran limbah rumah tangga, karena jalan di sini adalah jalan utama menuju Masjid Al Mardiyah, dan sebentar lagi memasuki Ramadhan pasti warga yang melintas akan meningkat,” kata tokoh warga setempat Zakaria Mansyur, di Bandarlampung, Minggu.

Alasan penyegeraan pembangunan karena saat hujan air kerap meluap ke jalan sehingga dikhawatirkan ada najis yang terbawa air luapan.

“Selain itu, jalan ini baru beberapa bulan lalu diperbaiki dengan penambahan aspal, jadi kami turut juga memeliharanya,” kata dia.

Zakaria juga mengatakan, saat awal pandemi melanda, pernah berkomunikasi dengan lurah setempat dan ada wacana difasilitasi untuk diadakan pembangunan saluran atau siring di wilayah tersebut.

“Sampai sekarang belum ada wacana untuk realisasi ke sana,” kata dia.

Warga lainnya, Dedi mengatakan untuk bantuan dari warga ada yang langsung memberikan uang tunai, ada  berupa material baik batu maupun semen.

Dedi pun mengakui bahwa tidak hanya warga jalan tersebut yang turut berpartiipasi namun ada juga warga lain yang peduli akan keindahan lingkungan dan kebersihan terutama untuk menuju ke masjid.

Sementara itu, menghimpun informasi dari warga setempat, selain memperbaiki siring juga akan bergotong-royong meratakan bahu jalan yang ada di depan masjid.

Tujuannya selain untuk kerapihan juga persiapan menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri karena lokasi tersebut pun digunakan untuk shalat Id, sehingga kondisinya biar rata.

Warga setempat juga pada beberapa waktu lalu melakukan pengerasan/pengecoran jalan penghubung antardua jalan yakni Jalan Nusantara IV dan Jalan Nusantara V sepanjang kurang lebih  20 meter yang tak tersentuh pengaspalan. (Ant)