Dekranasda Lampung Dorong Para Perajin Kain Khas Untuk Tingkatkan Produktivitas

Bandarlampung – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung mendorong para perajin kain khas daerah setempat untuk meningkatkan produktivitas

“Kami akan membangkitkan aktivitas ekonomi kreatif yang berbasis pengembangan warisan budaya Lampung yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian para perajin,” kata Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal pada workshop UMKM bertajuk “UMKM Tetap Eksis di Saat Krisis”, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Bandarlampung, Jumat (30/4).

Ia mengatakan, meski pandemi COVID-19 memberikan dampak di seluruh sektor termasuk para perajin, namun dirinya harus terus memberikan semangat para perajin untuk tetap bangkit.

“Mari kita ubah tantangan ini menjadi peluang, kuncinya lakukan adaptasi bisnis dan usaha, digitalisasi dan inovasi produk,” ujarnya.

Menurut dia, perajin Lampung harus bangkit karena melihat Lampung sendiri sangat kaya dengan budaya dan kerajinan khas daerahnya. Seperti tapis, celugam, belah ketupat, maduwaro, sulam usus, jalin kepang, tenun, batik dan lainnya.

“Saya berharap suatu saat kerajinan khas Lampung akan menembus pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Riana menyebutkan dengan hadirnya “Entrepreneur Mentor and Founder IKAT Indonesia” Didiet Maulana di Provinsi Lampung menjadi pendorong semangat para perajin Lampung.

“Semoga para perajin di Provinsi Lampung dapat semakin kreatif dan inovatif sehingga mampu menghasilkan produk-produk baru serta dapat meningkatkan kualitas karya dan responsif terhadap permintaan pasar,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan tidak ada alasan perajin dan UMKM di Provinsi Lampung tidak bangkit.

Karena, menurut dia, perajin dan UMKM di Provinsi Lampung terus didukung, baik oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Dekranasda dan pihak perbankan.

“Tidak ada alasan ini tidak maju, karena desainernya kita hadirkan dan daya dukung perbankan juga ada. Saya mempersilahkan kepada para perajin atau UMKM di kabupaten/kota untuk memanfaatkan momen ini,” ujarnya.

Arinal menyebutkan Lampung sendiri termasuk Provinsi yang lengkap akan budayanya, seperti memiliki bahasa daerah, tulisan atau aksara dan mempunyai karya termasuk memiliki kain batik dan tapis.

“Batik dan tapis Lampung harus dipertahankan. Batik dan tapis ini hendaknya sebagai sumber inspirasi,” katanya.

Arinal meminta dengan hadirnya Didiet Maulana, akan lebih menguatkan tapis dan batik dari Lampung untuk dikenal masyarakat luas.

“Semoga kehadiran Didiet Maulana dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi perajin Lampung untuk berkarya lebih baik lagi kedepan,” katanya. (Ant)