Pemkot Bandarlampung : Ketersediaan Minyak Goreng Masih Terjamin

Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengatakan bahwa ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional masih terjamin keberadaannya.

“Ketersediaan minyak makan terutama yang curah tetap ada namun memang harganya di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, I Kadek Sumartha, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan bahwa hasil sidak ke sejumlah pasar tradisional di kota ini rata-rata harga minyak goreng curah rata-rata masih berkisar Rp14.000.

“Stoknya banyak di pasar dan cukup tapi mereka tidak terapkan HET Rp11.500 tapi harganya masih berkisar Rp14.000,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa pedagang tidak menurunkan harga sesuai HET, sebab saat mereka membeli minyak goreng ke distributor harganya belum disesuaikan dengan HET.

“Mereka beralasan kalau diturunkan sesuai HET mereka akan mengalami kerugian karena para pedagang ini membelinya di atas HET, ini juga jadi dilema untuk kita,” kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa guna menjaga kestabilan harga minyak goreng di pasaran Pemda pun mengadakan pengawasan serta mengadakan kegiatan operasi pasar.

“Kita lakukan pengawasan harga di pasar-pasar tapi itu juga jadi dilema bagi kami karena memang mereka belinya sudah tinggi, kami juga lakukan operasi pasar yang akan bertahap ke 20 kecamatan,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana mengatakan bahwa kegiatan pasar murah akan dilakukan di 20 kecamatan di kota itu secara bertahap.

“Ini akan kita lakukan di 20 kecamatan saya harap masyarakat dapat tertib karena memang kondisinya lagi seperti ini dan permasalahan minyak ini bukan hanya ada di Bandarlampung tapi hampir seluruh daerah,” kata dia.

Ia pun berharap kegiatan operasi pasar ini dapat sedikit banyak membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumahtangganya.

“Saya harap ini bisa membantu masyarakat terutama kalangan menengah dan bawah,” kata dia. (Ant)