Wagub : Standarisasi dan sertifikasi produk dukung hilirisasi

Bandarlampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengatakan bahwa adanya standarisasi dan sertifikasi produk industri kecil menengah (IKM) yang ada di daerahnya akan menumbuhkan hilirisasi produk lokal.

“Kegiatan sosialisasi sertifikasi dan standarisasi produk IKM menjadi salah satu bentuk peran pemerintah untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi produk lokal di Lampung,” ujar Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan adanya kegiatan sosialisasi sertifikasi dan standarisasi produk IKM harus dimanfaatkan oleh para pelaku IKM sebagai sarana berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai ragam kendala yang dihadapi saat mengembangkan produk.

“Materi yang disampaikan pada kegiatan ini merupakan hal yang paling mendasar yang harus diketahui dan dipahami oleh para pelaku usaha industri, yaitu aspek legalitas dalam melaksanakan kegiatan usaha,” kata dia.

Menurut dia perekonomian di Provinsi Lampung ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan persentase 28,39 persen, lalu industri pengolahan 19,65 persen, serta perdagangan besar dan eceran 11,7 persen.

“Lampung banyak sekali menghasilkan produk pertanian, kehutanan dan perikanan. Namun banyak yang dijual atau dimanfaatkan keluar Provinsi Lampung tanpa diolah terlebih dahulu atau dengan kata lain dijual dalam bentuk bahan mentah. Sehingga perlu dilakukan hilirisasi produk,” ujarnya lagi.

Ia mengatakan sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian, kehutanan, perikanan dan bahan tambang sebagai bahan baku industri pengolahan memerlukan suatu konsep hilirisasi industri untuk memanfaatkan potensi dengan maksimal, sehingga adanya sertifikasi dan standarisasi produk dapat jadi satu upaya mewujudkannya.

“Segala bentuk potensi bahan baku industri dapat terlebih dahulu diolah disini menjadi barang jadi atau setengah jadi. Sehingga Provinsi Lampung dapat menikmati nilai tambah dari proses pengolahan tersebut atau yang dikenal sebagai hilirisasi produk,” ucapnya.

Dia pun berharap agar pelaku IKM dapat terus berproses meningkatkan kualitas, agar pasar lokal dapat bersaing.

“Dalam keadaan ekonomi yang kompetitif, pelaku usaha industri sangat banyak jumlahnya. Diharapkan para peserta memiliki daya saing bukan hanya di pasar lokal, namun berdaya saing hingga pasar nasional, maupun internasional,” katanya. (Ant)