Bandarlampung – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Lampung menyalurkan dana zakat penghasilan dari para pegawainya kepada masyarakat di Desa Tata Karya, Kabupaten Lampung Utara.
“Kegiatan sosial dari hasil dana zakat pegawai yang terkumpul ini berupa santunan pada dhuafa, anak yatim, guru ngaji dan marbot serta pemeriksaan kesehatan untuk lanjut usai (lansia) gratis,” kata Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Lampung, Yuliandra Syahrial Nurdin, dalam keterangan yang diterima, Kamis.
Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan oleh YBM PLN tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pihaknya selalu hadir di tengah masyarakat tidak hanya tentang pengelolaan kelistrikan, namun juga sosial kemasyarakatan.
“Selain memberikan bantuan sosial di desa tersebut, PLN juga melakukan kegiatan sosialisasi dalam pelayanan kelistrikan kepada masyarakat setempat,” katanya.
Ia meyakini dengan antusiasnya masyarakat desa tersebut dalam mendukung seluruh kegiatan PLN dapat menjadikannya sebagai percontohan, baik dalam tertib pembayaran tagihan listrik maupun keselamatan kelistrikan.
“Kami berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya di Desa Tata Karya dan keberkahan untuk keluarga besar PLN,” katanya.
Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Lampung, Eki Putra menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program sosial kemanusiaan dan kesehatan YBM PLN.
“Dana YBM PLN merupakan zakat penghasilan dari pegawai PLN yang dipotong setiap bulan. Jadi kami memiliki kewajiban untuk menyalurkan dana zakat yang terkumpul kepada masyarakat yang berhak dan sesuai dengan asnaf,” kata dia.
Ia menyebutkan bahwa pada kegiatan sosial tersebut penyerahan santunan diberikan kepada 112 dhuafa, 30 anak yatim, 43 guru ngaji dan marbot masjid atau mushola serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 50 orang lansia, dengan total senilai Rp 60 Juta.
“Kami harap doa dan dukungan seluruh masyarakat Desa Tata Karya agar kegiatan ini mendapat keberkahan bagi keluarga besar PLN dan seluruh masyarakat penerima manfaat,” imbuhnya. (Ant)





